YUDISIUM S.FARM (SARJANA FARMASI)

|Tak mudah untukku move berjalan terus dengan bayangan kehidupan indah yang tak lagi ku miliki..
Seringkali aku ingin mencoba menyerah saja.. Berhenti mengharapkan sesuatu..
Mengantisipasi sakit yang akan  mendera dihati..
Anggaplah aku seorang pengecut..
Biarlah...
Biar hanya aku yang menghargai diriku sendiri dengan tidak membiarkan hatiku terjatuh pada sebuah harapan..
Saat setelah masa menengah atas ku lalui.. Aku berpikir cukuplah aku dengan kerja dan menghasilkan uang untukku sendiri..
Tanpa harus lagi meminta dan meminta pada sosok yang tak tak seharusnya menanggung beban finansial hidupku..
Tapi nyatanya takdir berkata lain, aku dipaksa melanjutkan studi.. dengan pertimbang ini dan itu akhirnya aku menyetujuinya..
Baiklah hanya 4 tahun.. Takkan lama, setelahnya aku bisa terbebas dari beban hutang yang kasat mata...
Dan untuk hutang-hutang sebelumnya akan lebih mudah untukku membayarnya.. Kupikir dulu seperti itu,..
Tapi justru dengan keputusanku hutangku bertumpuk sampai rasanya ingin menyerah tak mampu membayarnya bila ditagih dan rasanya ingin mengulang waktu saja..
Awalnya pemikiran lain selain aku hanya ingin bekerja.. Karna aku merasa aku takkan sanggup melewati masa SKRIPSI yang telah lebih dahulu terkenal sebagai momoknya..
Terus terang aku agak khawatir pada awalnya..
Apakah nantinya kau sanggup menyelesaikannya..?
Apakah aku mampu melewatinya.?
Apakah aku sanggup menahan tekanannya nanti.?
berbagai pikiran konyol menyambuit keputusanku..
Walau akhirnya ku bulatkan niatku untuk melanjutkannya..
Karena ku pikir takkan ada ruginya.. Untuk masa depanku, keluargaku, juga anakku kelak takkan minder karena ibunya adalah sesosok yang berpendidikan.. SEtidaknya itu alasan simpelnya..
Melewati semester awal dengan lebih banyak hura-hura karena memiliki teman atau anggaplah geng..
Selalu bersama meski aku kadang tak bisa ikut bila jam kumpul melebihi jam 9... karena kediktatoran mereka..
Sehingga seringkali aku merasa sayang sekali aku tak bisa ikut berkumpul dengan mereka.. sayang sekali dicerita seru mereka tak ada aku sebagai salah satu pemegang perannya..
Tapi tetaplah, aku hanyalah anak yang dididik untuk tunduk pada aturan keluarga..

Comments

Popular Posts